Karakteristik Budaya SMA Antartika Sidoarjo

A. Budaya Religius

Budaya religius di SMA Antartika Sidoarjo diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan secara rutin oleh seluruh warga sekolah, meliputi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.

1. Sholat Berjamaah

  • Pembiasaan sholat Dzuhur berjamaah dilaksanakan setiap hari pada jam istirahat kedua.
  • Kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk penguatan karakter religius.

2. Mengaji

  • Kegiatan mengaji dilaksanakan setiap hari Kamis pada jam pelajaran pertama.
  • Seluruh warga sekolah bersama-sama membaca Surat Yasin dan Istighosah.
  • Kegiatan dipandu oleh anggota Forum Kerohanian Islam (FKI) melalui sistem audio sentral sekolah.

3. Bershalawat

  • Kegiatan bershalawat dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 06.30–07.00 WIB.
  • Diikuti oleh anggota FKI dan perwakilan setiap kelas.
  • Bertempat di Masjid Wahyuyuha SMA Antartika Sidoarjo sebagai sarana pembinaan spiritual peserta didik.

B. Budaya Berprestasi

Budaya berprestasi menjadi salah satu karakter utama SMA Antartika Sidoarjo dalam mendorong peserta didik untuk mencapai prestasi akademik maupun nonakademik.

Bentuk implementasi:

  • Peserta didik secara konsisten meraih prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional pada bidang akademik maupun nonakademik, seperti Karya Tulis Ilmiah (KTI), olahraga, seni, dan musik.
  • Sekolah memberikan apresiasi berupa:
    • Piagam penghargaan;
    • Dana pembinaan pendidikan;
    • Beasiswa pendidikan bagi peserta didik berprestasi.
  • Beasiswa juga diberikan kepada peserta didik kelas XII yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBP maupun SNBT.
  • Sekolah menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat sehingga peserta didik termotivasi memperoleh hasil belajar terbaik dan mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri unggulan.

C. Budaya Literasi

Berdasarkan Rapor Pendidikan SMA Antartika Sidoarjo Tahun 2025, capaian kemampuan literasi peserta didik mencapai 97,78%, meningkat 2,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik telah mencapai kompetensi minimum literasi membaca, bahkan banyak yang berada pada kategori mahir.

Untuk memperkuat budaya literasi, sekolah melaksanakan beberapa program berikut.

1. Pembiasaan Membaca

  • Setiap awal pembelajaran peserta didik melaksanakan kegiatan membaca selama 15 menit.
  • Tujuannya adalah membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan kemampuan memahami materi pelajaran.

2. Pemilihan Duta Literasi

  • Program ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi melalui Gerakan Literasi Sekolah.
  • Duta Literasi berperan sebagai teladan dalam mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis.

3. Kegiatan Menulis Karya Sastra

  • Peserta didik menghasilkan berbagai karya sastra seperti novel, cerpen, puisi, sajak, maupun karya kreatif lainnya.
  • Hasil karya dipamerkan, dilombakan, dan diberikan penghargaan kepada karya terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta didik.

D. Budaya Peduli Lingkungan

Budaya peduli lingkungan dikembangkan sebagai bentuk tanggung jawab warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Implementasi budaya ini dilakukan melalui berbagai program yang terintegrasi dalam kegiatan:

  • intrakurikuler;
  • kokurikuler; dan
  • ekstrakurikuler,

baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.


E. Budaya Disiplin

Budaya disiplin diterapkan kepada seluruh warga sekolah dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, dan fungsi masing-masing. Disiplin dipandang sebagai bagian dari ibadah serta wujud ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pembiasaan disiplin meliputi:

  • disiplin mengikuti proses pembelajaran;
  • disiplin memanfaatkan waktu;
  • disiplin menyelesaikan tugas dan pekerjaan;
  • disiplin beribadah;
  • disiplin dalam pengelolaan dan pelaporan anggaran sesuai ketentuan; serta
  • disiplin hadir di sekolah tepat waktu.

F. Budaya Berjiwa Entrepreneur

Budaya kewirausahaan ditanamkan sejak peserta didik berada di kelas X hingga kelas XII melalui berbagai program pembelajaran dan kegiatan sekolah.

Program tersebut meliputi:

  • Mata Pelajaran Pilihan Prakarya dan Kewirausahaan;
  • Projek Kokurikuler bertema kewirausahaan;
  • Program Dedolanan (Dino Dodolan Bareng Kekancan); dan
  • Bazaar Day.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, sekolah membentuk peserta didik yang memiliki karakter unggul, antara lain:

  • memiliki kesadaran diri (self-awareness);
  • kreatif dan inovatif;
  • berpikir kritis;
  • mampu memecahkan masalah (problem solving);
  • memiliki kemampuan komunikasi yang baik;
  • mampu beradaptasi di berbagai lingkungan;
  • menghargai waktu (time orientation);
  • memiliki empati;
  • gemar berbagi;
  • mampu mengelola stres;
  • mampu mengendalikan emosi; dan
  • mampu mengambil keputusan secara tepat.

Budaya kewirausahaan ini diharapkan dapat membentuk lulusan yang mandiri, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.